Followers

Nuffnang

DUNIACACAMARBA

Posted by Admin Direktori Blog | Posted on 3:04 PTG | Posted in

sumber :-

DUNIACACAMARBA


Inilah 7 Saran Sinting Bob Sadino Tentang Wirausaha

Posted: 28 May 2016 04:49 AM PDT


SerambiBisnis.com - Nama Bob Sadino atau yang biasa di panggil om Bob tentu tak asing lagi ditelinga kita. Beliau merupakan ikon bisnis dan motivasi yang sudah banyak menghiasi dinamika bisnis di Indonesia.

Bob Sadino adalah seorang yang dikenal blak-blakan dalam menyampaikan seminar bisnis, dengan gayanya yang cuek dan selalu tampil dengan ciri khasnya yaitu celana pendek. Beberapa kali mengikuti seminar dan diskusinya, Anda pasti akan merekam statement-statement keras yang barangkali tidak lazim bagi Anda. Statement yang menyebabkan kontroversi, dan bahkan menyebabkan beberapa mahasiswa akhirnya keluar dan berhenti dari bangku kuliah.

Sebagai orang yang cerdas, apa yang disampaikannya terkadang tidak masuk di akal dan tidak logis. Itulah sebabnya Anda, apalagi yang masih belum banyak mengenal seminarnya beliau, harus menelaah dan mencermati apa maksud ungkapan beliau dan apa yang terkandung dari statement yang beliau sampaikan.

Selama mengikuti beberapa kali seminar yang beliau sampaikan, berikut ada beberapa catatan saya pribadi, yang menurut saya "sinting" jika kita menelan mentah-mentah apa yang disampaikan. Ini merupakan pendapat saya pribadi, Anda boleh sependapat, boleh juga tidak, itu hak Anda.
Coba simak 7 statement atau saran sinting yang sering beliau ucapakan berikut ini, sebagaimana dikutip dari merdeka.com

1. Jika ingin bahagia (Sukses) jangan jadi karyawan

Di salah satu seminar beliau pernah menyatakan statement yang membuat gemuruh peserta adalah, bahwa 'jika ingin bahagia (sukses), jangan jadi karyawan'. Padahal peserta dari seminar itu adalah sebagian besar adalah karyawan, bayangkan!

Statement beliau ini menurut saya, tidak salah. Namun juga tidak sepenuhnya benar. Kebahagian dan kesuksesan itu tidak semata-mata diukur dari banyaknya materi, dan apa profesi seseorang. Lalu apakah hidup sebagai karyawan itu tidak bahagia? Tidak juga. Banyak karyawan yang bahagia dengan segala kondisinya. Tentu parameter kebahagian berbeda, beda setiap orang.

Apakah statement ini salah? Tidak juga. Memang peluang mencapai kebahagian dengan keberlimpahan materi akan lebih terasa jika kita menggapainya melalui bisnis, melalui dagang dan sukses. Tetapi tidak sedikit juga pengusaha yang terlilit hutang dan akhirnya sengsara. Sekali lagi pilihan sukses dan bahagia itu bergantung yang menjalani. Tentu dengan konsekuensi masing-masing memang dengan berbisnis, peluang seseorang untuk mencapai puncak kebahagian jauh lebih terbuka.

2. Kuliah itu bikin goblok, siapa yang hadir di seminar ini, besok jangan masuk kuliah

Di seminar yang lain, beliau secara terang-terangan menyampaikan kalau kuliah itu kegiatan "goblok", dan menyuruh besok jangan masuk kuliah. Sangat frontal memang, menyampaikan statement seperti itu didepan ratusan mahasiswa dan akademisi.

Tentu saja banyak audience yang kemudian heboh dengan sendirinya, maklum sebagian peserta seminar itu adalah mahasiswa muda yang polos, lugu, dan baru semangatnya mencari jatidiri di kampus tercinta. Mendengar statement itu tentu batinnya berontak.

Namun kalau kita mau berpikir mendalam, apa yang disampaikan om Bob ini sebenarnya sangat masuk akal. Namun bagi sebagian orang ini justru menyesatkan, apalagi bagi MABA (mahasiswa Baru).

Maksud saya, jika Anda ingin mencapai karir bisnis Anda dengan otodidak dan belajar berjualan sablon printing, misalnya (seperti yang banyak dilakukan MABA saat membuat bisnis plan) terus apa gunanya kuliah, kalau yang dipelajari adalah science. Maka apa istilah yang tepat kalau bukan "goblok (versi Bob Sadino). Contoh lagi: bisnis di bidang hiburan padahal kuliahnya Psikologi, bisnis di bidang desain padahal kuliahnya di MIPA, bisnis makanan padahal kuliahnya di Teknik.

Bagaimana enggak goblok? apa yang susah-susah di pelajari, tidak dipakai dalam bisnis. Lalu bagaimana seharusnya? Anda seharusnya bisa menjawabnya.

3. IPK di atas 3 koma alamat calon karyawan

Ini ada salah satu fakta yang menarik. Kata Om Bob kalau kuliah kok IPK-nya diatas 3, itu tandanya calon karyawan. Hmm, sangat masuk akal, karena kecenderungan orang yang memiliki IPK bagus apalagi di fakultas favorit, tentu memiliki idealisme tinggi untuk mengaplikasikan ilmunya. Tidak lain adalah melamar kerja, di perusahaan dan menjadi karyawan.

Itulah mengapa justru Bob Sadino mengajarkan, kalau mau sukses bisnis IPK harus jeblok. Tidak salah sih. karena dengan demikian tidak memiliki pilihan lain selain berwirausaha, karena kalaupun mau melamar kerja juga tidak ada yang menerima karena IPK-nya dibawah standar, justru dengan demikian akan "terpaksa" memilih jalan entrepreneur. Lalu apa jadinya kalau IPK diatas 3, kemudian memilih berbisnis? Ada, tapi sangat sedikit.

Sekali lagi Life is a Choice, secara logika harusnya yang IPKnya diatas 3 ini jika diaplikasikan dalam bisnis harusnya lebih bagus lagi hasilnya, bukankah begitu?

4. Kuliah itu hanya memasukkan "sampah" ke kepala Anda

Salah satu saran "sinting" lainnya adalah "Kuliah itu memasukkan sampah ke kepala Anda". Bagi setiap orang yang masih kuliah mendengar statement ini pasti protes, tidak terkecuali peserta seminar yang notabene masih kuliah.

Mereka merasa apa yang dilakukan setiap hari berarti memasukkan sampah ke kepala mereka? Apakah ini salah? Tidak juga, karena memang apa yang dipelajari itu tidak dipakai di kemudian hari, jika kita bercita-cita menjadi bisnisman sukses seperti om Bob.

Apa sebabnya? Bob Sadino meniti karir bisnisnya dari nol dan mempelajarinya dari lapangan, dari pengalaman dan dari percobaannya sendiri. Makanya saat mempelajari sesuatu di bangku kuliah sementara apa yang dipelajari itu tidak dipakai maka apa yang dipelajari itu menjadi sampah bagi otak kita.

Satu statement yang menguatkan ini adalah bahwa dia berpesan, "Jadilah manusia pembelajar". Jangan hanya dari bangku kuliah, tapi pelajarilah dari kuliah kehidupan yang Anda jalani.

5. Kalau ingin kaya, bisnis sayuran

Haha.. secara, awalnya beliau adalah pengusaha sayuran pantas saja usaha yang direkomendasikan adalah bisnis sayuran. Mengapa ini saya sebut "sinting"?

Tidak lain karena ini adalah tipikal orang yang konsisten dengan apa yang diucapkan. Dia mengajarkan apa yang dia lakukan, menunjukkan apa yang sudah dilalui - jadi tidak asal bunyi saja. Cerdas bukan?

6. Pebisnis itu harus nyentrik

Apakah pebisnis harus nyentrik? Hmm bisa iya, bisa juga tidak, kalau tipikalnya om Bob Sadino, senyentrik itu pun tentu orang akan menaruh rasa hormat ke beliau, maklum, selain pengusaha, dia juga menjadi mentor banyak orang, dan menghasilkan pengusaha yang berbobot juga dibawah angkatannya om Bob.

Wajar bila senyentrik apapun penampilannya oran akan segan dengan beliau. Nah kalo kita-kita, itu kembali ke kita saja, ingin nyentrik silahkan, tidak juga tidak menjadi masalah.

7. Bisnis itu hanya modal dengkul. bahkan jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain

Banyak peserta di sesi tanya jawab mengeluhkan tentang keterbatasan modal yang dimiliki, lalu apa kata om Bob tentang ini?

Dia berujar, "Mau gak kira-kira kalau dengkulnya dibeli 500 juta? Tidak mau kan, berarti Anda punya modal 1 milyar dengan 2 dengkul Anda!" Paham?

Begitulah karakter om Bob yang nyentrik, "sinting" bagi sebagian orang yang hanya menangkap apa yang diucapkan tapi bukan apa yang ingin disampaikan, beruntunglah orang yang di"sinting"kan beliau ke jalan kebaikan kemudian menjadi entrepreneur dan sukses.

Jika gagal, maka wajib menghabiskan kegagalan itu hingga hanya berhasil yang bersisa. Ada satu ucapan yang menarik yang patut Anda catat. Inilah mengapa saya menulis tulisan ini dan membaginya untuk Anda. Ketika itu saya mengikuti seminarnya, kemudian dalam sesi tanya jawab saya iseng-iseng bertanya sekaligus juga ingin menjebak om Bob.

Pertanyaan saya seperti ini "Bisnis apakah yang prospektif om Bob?"
Sebelum menjawab dia menanyakan kepada saya, "Kamu sendiri sudah punya bisnis?" saya sahut "Belum, makanya saya ingin tanya kepada om Bob?"
Sambil tertawa beliau menjawab "Bisnis yang prospektif adalah bisnis yang "dijalankan" bukan ditanyakan terus!"

Sangat singkat namun mengena, saya terhenyak dengan jawabannya. Selama ini saya hanya mencari referensi, bertanya sana sini tanpa segera berdiri dan memulai membuka bisnis. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memulai bisnis Anda?

Peluang Usaha Toko Alat-Alat Listrik dan Tips Sukses Untuk Memulainya

Posted: 27 May 2016 06:49 PM PDT


SerambiBisnis - Peluang usaha menjual alat-alat listrik merupakan peluang yang sangat menjanjikan saat ini. Karena lampu listrik adalah alat penerang yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang, dimanapun itu. Begitu besarnya peran lampu listrik untuk kehidupan kita sehari-hari, sehingga peluang usaha toko alat-alat listrik ini mempunyai prospek yang sangat bagus dan sangat menguntungkan. Jika anda tertarik dengan usaha ini, anda bisa membuka usaha toko alat-alat listrik ditempat tinggal anda dan tentunya anda harus merintisnya dari bawah.

Mengapa harus toko alat-alat listrik? Karena usaha toko alat-alat listrik ini mempunyai prospek yang sangat bagus dan menguntungkan. Kenapa? karena saat ini masih kurangnya saingan, minimnya resiko, barang tahan lama dan keberadaannya sangat dibutuhkan banyak orang. Dalam merintis usaha toko ini, ada banyak berbagai jenis barang yang bisa dijual, seperti beragam merek lampu bohlam, lampu neon, berbagai jenis kabel, saklar, stop kontak, dan lainnya.

8 Tips Sukses Memulai Usaha Toko Alat-Alat Listrik


Apapun usaha yang anda jalankan, pasti ada rintangan, tantangan dan hambatan. Itu merupakan hal yang sudah biasa dalam menjalankan sebuah usaha. Namun, rintangan,tantangan dan hambatan itu bisa diatasi jika anda mempunyai strategi dan mengetahui tips-tipsnya. Dalam menjalankan usaha toko alat-alat listrik ini, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan untuk menjalankan Peluang Usaha toko alat-alat listrik, diantaranya:

1. Persiapan Awal

Sebelum anda membuka usaha toko alat-alat listrik, buatlah persiapannya awalnya, buat catatan kecil tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mulai membuka usaha, misalnya persiapkan tempat untuk membuka usaha, mulai mencari supplyer dengan harga yang kompetitif, jangan membuang waktu dan harus ada proses setiap hari. catat semua proses tersebut agar bisa dijadikan patokan sudah sejauh mana anda berjalan untuk menuju kesuksesan.

2. Lokasi Yang Strategis

Lokasi yang strategis sangat menunjang sekali akan keberhasilan dalam menjalankaan peluang usaha ini. Agar usaha toko alat-alat listrik anda mudah dikenal dan semakin maju, sebaiknya carilah lokasi toko yang strategis, seperti: dikeramaian, dipinggir jalan, dekat dengan perumahan penduduk, mudah jangkau orang banyak, dan lain-lain. Lokasi yang strategis merupakan salah satu cara jitu dalam menjalankan usaha dan meningkatkan omset penjualan.

3. Sumber Barang

Sebaiknya carilah sumber barang untuk toko anda di toko grosir terbesar, agar anda bisa mendapatkan harga yang miring alias lebih murah. Tujuannya adalah agar anda bisa menjual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan toko orang lain, sehingga toko anda bisa bersaing dengan toko-toko lain yang menjual barang sejenis.

4. Lengkapi Kebutuhan Toko & Kemampuan

Koleksilah alat-alat toko anda secara lengkap, konsumen akan merasa puas jika bisa mendapatkan barang yang dibutuhkanya dengan mudah dan anda juga harus mempunyai kemampuan dalam mengenal berbagai jenis alat-alat listrik. Tujuannya adalah agar mempermudah kerja anda dan bisa melayani konsumen dengan baik. Misalnya tentang masalah kabel, anda harus mengerti kabel tersebut fungsinya apa saja, cocok dengan apa, dan jenisnya apa, sehingga dalam menjalankan usaha nanti tidak menemui banyak hambatan. Semakin anda paham dan memiliki pengetahuan yang cukup maka semakin baik untuk kemajuan usaha toko listrik anda.

5. Promosi

Setelah semua produk siap, segera pasarkan toko anda. Buat promo-promo untuk menarik pelanggan. untuk tahap pertama, memang harus digencarkan promosinya agar orang tahu bahwa anda menjual alat listrik. hubungi semua teman anda, keluarga jauh dan dekat agar ikut support dengan usaha yang anda dirikan. Lakukan promosi dengan berbagai cara, seperti membuat, pamflet, spanduk besar didepan toko anda atau bisa juga anda promosikan di media sosial dan blog, sehingga toko anda bisa dikenal luas. Dalam menjalankan Usaha itu dibutuhkan promosi.

6. Mempunyai Nilai Plus (Nilai Lebih)

Apapun usahanya harus mempunyai nilai plus. Contohnya toko orang lain menjual bola lampu seharga Rp.10.000,- sedangkan anda bisa menjual seharga Rp.9.000,-. Meskipun hanya selisih Rp.1.000,- saja namun itu merupakan salah satu nilai plus. Contoh lainnya adalah keramah tamahan, layanan yang bagus. Dengan itu konsumen akan merasa nyaman dan puas dengan layanan anda. Tips-tips ini bisa kiranya anda terapkan dalam usaha anda, agar usaha yang anda jalankan bisa berjalan sesuai yang anda inginkan.

7. Jangan Cepat Putus Asa

Hambatan dan rintangan pasti ada, namun semua itu jangan membuat anda mundur dan menyerah putus asa. Salah satu musuh dari seorang pebisnis adalah putus asa. Katakanlah pada diri anda jangan putus asa, karena jika anda putus asa maka segalanya akan selesai dan tujuan anda tidak akan pernah tercapai Bersemangatlah karena bisnis alat-alat listrik adalah bisnis yang menguntungkan dan prospektif. Yakinkan dalam diri anda bahwa anda bisa sukses dengan izin NYA oleh karena itu jangan lupa berdoalah agar bisnis anda sukses.

8. Evaluasi

Selain itu, senantiasa evaluasilah usaha alat-alat listrik anda dan berfikirlah kreatif untuk usaha anda agar maju dan berkembang.

Itulah Peluang Usaha yang bisa anda coba untuk menambah pundi-pundi rupiah anda, dengan membuka usaha sendiri. Menjalankan usaha sendiri sangat menguntungkan, karena laba bersih masuk kekantong anda sendiri. Jika usaha anda semakin maju dan banyak pelanggan, maka anda bisa mempekerjakan karyawan untuk membantu usaha anda. Bagaimana anda tertarik dengan Peluang Usaha toko alat-alat listrik ini? Terima kasih sudah membaca artikel ini dan mudah-mudahn artikel ini bermanfaat.

Comments (0)